Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Art Therapy : My Way Of Releasing My Stress

Individu yang tidak mampu mengekspresikan emosi akan membuat dirinya menjadi distress dan mempengaruhi coping stress dalam mengatasi konflik yang dialami sehingga ketidakmampuan dalam mengekspresikan emosi mampu menjadi penyebab dari salah satu gangguan psikologis atau gangguan mood.

Art Therapy atau terapi seni adalah cara untuk menolong individu yang mengalami distress, dengan menggunakan seni sebagai media komunikasi, sarana atau alat untuk mengekspresikan diri individu untuk mengeluarkan perasaan-perasaan yang tidak terungkapkan. Art Therapy melalui proses kreatif berfungsi sebagai media untuk mengekpresikan perasaan dan pengalaman pribadi individu melalui lukisan atau media lainnya untuk physical wellbeing, mental, dan emosional. Serta individu mampu mengekspresikan atau mengungkapkan emosi yang selama ini dirasakan dan emosi alam bawah sadarnya.

Art therapy efektif untuk mengurangi rasa sakit, stres, kecemasan dan depresi termasuk perasaan terisolasi dan ketidakberdayaan. Art Therapy atau terapi seni/ekpresif (Jarboe, 2004) atau terapi gambar (The American Art Therapy Association, 2003) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan penyembuhan (healing) pada individu dengan menggunakan peralatan seni yang dapat diberikan pada semua usia, keluarga, dan kelompok.

Art Therapy memiliki dua bentuk yaitu Art As Therapy dan Art Psychotherapy. Art as therapy adalah terapi dengan menggunakan seni sebagai media memanjakan diri dengan mencapai kesenangan. Sedangkan art psychotherapy adalah terapi seni yang bertujuan untuk penyembuhan yang dilakukan oleh therapis dan klien dengan konsep psikoterapi.

 

  • Manfaat Art Therapy
  1. Mengekspresikan keyakinan dan emosi yang mungkin sulit untuk diungkapkan dengan lisan atau tulisan (kata-kalimat) terutama yang menyakitkan dan atau mengganggu
  2. Mengurangi atau menurunkan tingkat stres
  3. Mengatasi masalah dan konflik atau tekanan hidup
  4. Meningkatkan rasa kesejahteraan dan relaksasi melalui pengubahan suasana hati
  5. Mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pemahaman diri
  6. Membantu mengatasi gangguan atau tekanan mental dan emosi
  7. Memberikan informasi atau komunikasi untuk penilaian dan intervensi (dalam proses terapi bersama profesional)

 

  • Jenis/Bentuk Art Therapy

Menurut March (2016) Art Therapy terbagi atas :

1.Terapi Menari :

Mengekpresikan emosi atau perasaan melalui gerakan tari yang melibatkan penggunaan berbagai gaya tarian dan gerakan yang berbeda.

2. Terapi Drama :

Dilakukan dengan bermain peran tertentu dalam situasi tertentu, membuat gerakan untuk mengekspresikan diri, pidato dengan suara yang sulit ditirukan, bertindak tanpa berkata-kata, atau mengulangi perilaku yang menyebabkan individu mengalami masalah di masa lalu.

3. Terapi Musik :

Individu diminta bermain instrumen, menyanyi dan mendengarkan musik, mengganti lirik, bermain alat musik seraya berfikir bagaimana hubungannya dengan orang lain.

4. Terapi Seni Visual :

Menggunakan atau mengambil objek/foto terkait kenangan, membentuk benda dari tanah liat atau menulis dan menggambar dengan cat atau kapur.

 

Ataupun beberapa media sebagai berikut :

1. Menggambar

Aktivitas yang membutuhkan alat seperti kertas gambar, pewarna, dan pensil. Aktivitas menggambarkan ini dapat digunakan untuk mengilustrasikan emosi dan pengalaman yang terjadi pada konseli di masa stres ataupun pandemi COVID-19.

2. Melukis

Aktivitas dengan alat-alat seperti kertas lukis atau kanvas, cat air, kuas, dan lainnya. Melalui aktivitas ini, individu akan mengekspresikan perasaan dan membangun self-concept dan self-estee

3. Play dought dan Clay

Bentuk modern dari tanah liat yang terbuat dari tepung terigu. Tekstur play dought dan clay yang elastis dapat membuat individu menjadi nyaman untuk membentuk dan memainkan play dought dan clay sesuai dengan keinginan dan kreativitas pribadi.

4. Kartu Ucapan

Mengasah kreativitas dan cara menyampaikan perasaan yang terpendam kepada orang lain.

 

 

Referensi :

Rahmanisa, R., Rahmat, H. K., Cahaya, I., Annisa, O., & Pratiwi, S. (2021). Strategi Mengembangkan Resiliensi Individu di Tengah Masa Pandemi COVID-19 Menggunakan Islamic Art Therapy. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 39–52. http://alisyraq.pabki.org/index.php/jcic/article/view/60

Hidayah, R. (2014). The Effect of Art Therapy on Children’s Self-Concept. Makara Human Behavior Studies in Asia, 18(2), 89. https://doi.org/10.7454/mssh.v18i2.3464

Isna Ni’matus Sholihah. (2017). Kajian teoritis penggunaan art therapy dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMK. 1st ASEAN School Counselor Conference on Innovation and Creativity in Counseling, 173–182. http://ibks.abkin.org

Kikiany S, G. (2019). Ekspresi diri melalui media expressive writing dan art therapy untuk menurunkan depresi pada pasien kanker. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *