Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumen akan merasa lebih bahagia ketika mereka menghabiskan uang mereka untuk membeli pengalaman, bukannya membeli lebih banyak barang.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2.600 orang dewasa, dimana mereka secara acak ditugaskan untuk membeli barang atau membeli pengalaman. Pembeli material membeli barang-barang seperti perhiasan, pakaian, atau furnitur. Pembeli pengalaman menghabiskan uang mereka untuk acara, restoran, atau pengalaman lainnya.
Kemudian, peserta dikirimi pesan pada siang hari untuk melacak perilaku pembelian dan emosi mereka.
Hasilnya: Kebahagiaan lebih tinggi untuk peserta yang membeli pengalaman – terlepas dari jenis atau biaya.
Sebuah studi lainnya, dengan responden sebanyak 5.000, meneliti terkait dengan kemungkinan adanya perbedaan didalam jenis perilaku konsumtif. Kemudian responden melaporkan kondisi kebahagiaan mereka dan kemudia mereka ditanya “apakah mereka telah menggunakan, menikmati atau mengkonsumsi pembelian dalam satu jam terakhir?”. Ketika mereka menjawab “ya,” maka dilanjutkan dengan serangkaian pertanyaan berikutnya.
Efeknya sama.
Jika Anda ingin lebih bahagia, mungkin dapat anda lakukan, secara bijaksana, untuk mengalihkan sebagian konsumsi Anda dari barang-barang material menjadi konsumsi yang lebih mengarah pada pengalaman,”
Konsumen yang membeli pengalaman ternyata lebih bahagia sebelum, selama dan setelah pembelian, kata para peneliti. Itu mungkin karena ingatan yang diciptakan oleh pengalaman. Penelitian ini akan dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology edisi Mei.
Apabila Anda ingin Berdiskusi lebih lanjut, Anda bisa membuka link berikut,
https://www.dictio.id/t/membeli-pengalaman-lebih-membuat-bahagia-dibandingkan-membeli-barang/134949