Setelah Novak Djokovic memenangkan Wimbledon untuk kelima kalinya, ia memberikan saran terkait dengan kekuatan imajinasi.
“Saya selalu berusaha membayangkan diri saya sebagai seorang pemenang,” kata sang juara, seraya ia juga menekankan pentingnya kekuatan mental dan emosional.
Psikolog olahraga mengatakan penelitian menunjukkan teknik “imagery” dapat memberikan hasil nyata, dan dapat “benar-benar” membantu orang dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah salah satu keterampilan yang belum dimanfaatkan, dimana keterampilan ini dapat digunakan hampir setiap manusia,” kata Dr Jennifer Cumming, dari University of Birmingham.
Dia mengatakan telah ada “banyak penelitian” tentang kekuatan “imagery” dalam kehidupan normal. “Secara umum kita semua dapat memanfaatkan kekuatan tersebut dan semakin kita menggunakannya, makan kita akan semakin bisa memperbaikinya.”
Pada dasarnya, teknik “imagery” melibatkan proses menciptakan atau menciptakan kembali pengalaman yang ada dalam pikiran Anda. Ini adalah salah satu teknik inti yang digunakan oleh para atlet dalam psikologi olahraga.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018, oleh peneliti dari University of Plymouth, dengan judul Weight loss can be boosted fivefold thanks to novel mental imagery technique , menemukan bahwa teknik “imagery” membantu orang yang kelebihan berat badan untuk menurunkan berat badannya.
Menurut Dr Cumming, bukti menunjukkan bahwa manfaat menggabungkan pencitraan dengan latihan fisik secara teratur adalah dua kali lipat: atlet tidak hanya akan tampil lebih baik tetapi mereka juga akan memiliki keunggulan psikologis, merka akan menjadi lebih fokus dan percaya diri.
“Jika kamu membayangkan menendang bola, area otak yang berhubungan dengan gerakan kaki akan lebih aktif.”
Ini secara efektif membuat otak Anda menjadi “prima” dan memberikan “kesempatan ekstra untuk berlatih”.
Dr Cumming mengatakan para atlet terbaik, seperti Djokovic, akan menggunakan “imagery” dengan “cara yang sangat halus … strategis”. Mereka akan menggunakan teknik “imagery” dimana saja, baik di dalam dan di luar lapangan ataupun di rumah dan kapan saja, bahkan sebelum mereka tertidur.
Dia menambahkan: “Seorang yang mampu melakukan “imagery” terbaik seperti menonton dirinya sendiri di televisi HD. Mereka dapat merasakan otot-otot mereka aktif, merasakan sentuhan raket tenis, merasakan detak jantung mereka, emosi mereka, perasaan mereka dan kepercayaan dirinya.”
Dalam sebuah makalah akademis tahun 2017 yang berjudul Psychological Imagery in Sport and Performance , para peneliti menyebutkan bahwa pencitraan adalah “teknik psikologis yang kuat” merupakan sesuatu yang “tidak dapat disangkal”.
Namun, mereka menambahkan: “Kurang diketahui tentang konsekuensi negatif potensial dari imagery”, dimana mungkin saja terdapat “sisi gelap” dari proses “imagery” itu sendiri.
Hasil penelitian terkait dengan Hubungan antara Imagery dalam performansi olahragawan, dapat anda lihat disini.